Napak Tilas Peradaban, SMANSA Palu Sukses Gelar Lawatan Sejarah di Tiga Situs Bersejarah Sulteng


PALU, HUMAS SMANSA – Menolak lupa pada akar sejarah dan kekayaan tradisi lokal, ratusan siswa-siswi SMA Negeri 1 (SMANSA) Palu menggelar kegiatan Lawatan Sejarah sepanjang bulan Mei 2026. Kegiatan edukasi luar kelas ini menyasar tiga situs bersejarah penting di Sulawesi Tengah, yakni UPTD Museum Sulawesi Tengah, Sou Raja (Rumah Gadang Banawa), dan Cagar Budaya Taman Megalitik Vatunonju di Kabupaten Sigi. Program tahunan ini dirancang bukan sekadar untuk rekreasi, melainkan sebagai upaya nyata mendekatkan generasi muda dengan peninggalan leluhur serta menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap identitas budaya daerah.

Menelusuri Jejak Masa Lalu

Perjalanan sejarah para siswa dimulai dari Museum Sulawesi Tengah untuk melihat replika kehidupan prasejarah hingga benda-benda etnografi. Destinasi kemudian berlanjut ke Sou Raja di Kampung Baru, sebuah simbol kejayaan dan arsitektur sarat makna dari Kerajaan Palu di masa lalu. Lawatan ditutup dengan khidmat di Taman Megalitik Vatunonju, di mana para siswa menyaksikan langsung warisan zaman megalitikum yang menjadi bukti tingginya peradaban purba di bumi Tadulako.

Apresiasi dari Guru Pendamping

Selama mendampingi para siswa, raut antusiasme dan rasa bangga tidak dapat disembunyikan dari para guru pembimbing. Ibu Nining, salah satu guru pendamping, mengungkapkan rasa syukurnya melihat ketertarikan siswa yang begitu besar terhadap sejarah lokal. "Melihat anak-anak begitu aktif mencatat dan bertanya langsung di situs Vatunonju dan Sou Raja membuat kami sadar bahwa belajar sejarah tidak boleh mandek di dalam kelas. Mereka butuh menyentuh dan melihat langsung bukti peradaban itu agar tumbuh rasa menghargai," ujar Ibu Nining.

Senada dengan hal tersebut, Ibu Syukri yang juga bertindak sebagai pembimbing menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui kegiatan ini. "Lawatan ini bukan cuma tentang angka tahun di buku pelajaran. Ini tentang bagaimana siswa-siswi SMAN 1 Palu bisa menyerap nilai-nilai kearifan lokal, gotong royong, dan keteguhan leluhur kita. Di bulan Mei ini, mereka benar-benar belajar menjadi generasi yang berakar pada budayanya," tambah Ibu Syukri. Dukungan Penuh Kepala Sekolah Kepala SMAN 1 Palu, Pak Dahlan M. Saleh, memberikan apresiasi tertinggi atas kelancaran dan kesuksesan kegiatan lawatan sejarah ini. Beliau menegaskan bahwa SMANSA Palu berkomitmen penuh untuk mencetak generasi yang cerdas secara akademik namun tetap membumi secara budaya. "Kami di manajemen sekolah sangat mendukung penuh kegiatan interaktif seperti ini. Lawatan ke Museum, Sou Raja, dan Vatunonju adalah langkah nyata SMAN 1 Palu dalam mendukung penguatan profil pelajar pancasila," tegas Pak Dahlan M. Saleh saat ditemui di ruang kerjanya. "Saya berharap, setelah pulang dari lawatan ini, siswa-siswi kita tidak hanya membawa pulang foto-foto, tetapi membawa pulang kesadaran besar bahwa mereka adalah ahli waris sebuah peradaban yang hebat. Tugas mereka sekarang adalah menjaga dan memperkenalkannya ke dunia luar," pungkasnya optimis.

Dengan berakhirnya agenda di bulan Mei ini, pihak sekolah berharap laporan perjalanan yang disusun oleh para siswa dapat menjadi karya literasi yang bermanfaat, sekaligus memantik sekolah-sekolah lain di Kota Palu untuk melakukan gerakan serupa demi kelestarian cagar budaya daerah.


siswa guru provinsisulawesitengah

Berita Terpopuler