Usai Magang di Perusahaan, Siswa SMKN 1 Poso Presentasikan Laporan Praktik Industri
SMK Negeri 1 Poso
20 April 2026 378 x KAB. POSO
Penerimaan Siswa PKI di AMKN 1 Poso (Wakasek Humas, Ketua Pokja PKI, Siswa, Kepala SMKN 1 Poso, Siswa, Sekretaris Pokja PKI
POSO— Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Poso, Sulawesi Tengah, secara resmi menerima kembali para siswa kelas XII yang telah menyelesaikan masa Praktik Kerja Industri (PKI), Senin (20/4/2026).
Momentum ini menandai selesainya proses pembelajaran langsung di dunia kerja selama lima bulan sekaligus dimulainya ujian hasil praktik sebagai syarat kelulusan.
Kegiatan penerimaan kembali tersebut dirangkaikan dalam upacara bendera rutin di lapangan sekolah. Sebagai simbolis berakhirnya masa praktik, Kepala SMK Negeri 1 Poso melepas kartu tanda pengenal (ID card) dari perwakilan siswa.
Kepala SMK Negeri 1 Poso, Neni Hartati Ruutana,S.Pd.,MM menyatakan, kembalinya siswa ke lingkungan sekolah bukan sekadar formalitas akademik. "Momen ini menjadi penanda resmi bahwa siswa telah menyelesaikan proses pembelajaran di dunia kerja dan kini kembali melanjutkan kegiatan akademik untuk memperkuat kesiapan mereka menghadapi dunia kerja atau pendidikan tinggi," ujarnya.
Pelaksanaan praktik kerja industri tahun ini merupakan bagian dari implementasi Program Berani Cerdas, sebuah inisiatif pemerintah untuk memperkuat pendidikan vokasi. Melalui program ini, pemerintah memberikan dukungan pembiayaan, khususnya bagi siswa yang menjalani praktik di luar daerah Poso. Selain bantuan dana, para siswa juga mendapatkan fasilitas penunjang berupa seragam praktik secara gratis guna memastikan optimalisasi selama masa pemagangan.
Pada hari yang sama, seluruh siswa kelas XII langsung mengikuti ujian hasil PKI yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Selasa (21/4). Dalam ujian ini, siswa diwajibkan memaparkan laporan serta menunjukkan keterampilan teknis yang diperoleh selama di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Setiap siswa diuji oleh guru produktif sesuai bidang keahlian masing-masing. Fokus pengujian terletak pada refleksi pengalaman dan ketercapaian kompetensi teknis yang diharapkan. Melalui ujian presentasi ini, sekolah berupaya mengukur sejauh mana kesiapan mental dan keterampilan siswa sebelum mereka benar-benar terjun ke masyarakat.



